Senin, 17 Oktober 2016

Sebatas Rindu


Bismillah...
Sudah lama tangan ini tak mengetik tulisan lagi, sudah lama juga kata-kata ini tak terlontar dengan semestinya bukan karena tak ingin namun waktu belum memberikan kelonggaran disela-sela padatnya rutinitas hanya ingin menyempatkan untuk kembali melatih membuat sebuah tulisan meskipun saya sadar bahwa tulisan yang saya tulis disini tak sebagus tulisan orang-orang yang sudah ahli, hanya ingin belajar tidak lebih.
Pagi ini tak begitu cerah, awan yang menyelimuti bumi berbalut rasa dingin namun tak menyejukan, tak ku lihat mentari pagi yang menghangatkan. Keramaian kota jogja yang hampir setiap harinya tak pernah sepi oleh pengunjung dari berbagai daerah maupun orang asli yang menetap di kota pelajar ini. Setiap sudut kota yang dipenuhi oleh berbagai kalangan baik dari kalangan muda sampai kalangan tua.
Awal jumpa di kota ini terasa sangat menyenangkan, hingga suatu ketika terniang dibenak ini untuk tak kembali ke kota asal, entah apa yang membuat hati ini ingin menetap di kota pelajar. Akan tetapi untuk saat ini saya ingin pulang, rindu akan sosok kedua malaikat ku di rumah ingin mendekap mereka bahkan mengadu kepada mereka bukan hanya itu banyak sekali hal-hal yang ingin ku sampaikan kepada mereka, setiap kali komunikasi dengan beliau terasa asing bahkan terasa beda jika tak bertemu langsung ini bukan masalah materi hanya ingin mereka ada disini sudah lebih dari cukup wajar jika pagi ini sang mentari tak menampakan sinar nya, mungkin tahu akan sesuatu apa yang ku rasakan saat ini. Maafkan anak mu ini yang masih belum bisa mengukir senyuman di wajah indah mu, tak jarang ku meminta pada-NYA agar beliau selalu diberi kebahagiaan setiap hari hanya mereka alasan ku untuk semangat menjalani hari demi hari. Gelar yang nantinya disematkan dibelakang nama ku khusus untuk memberikan sedikit senyuman kecil di wajah mereka yang semakin hari semakin menua, keringat yang mereka keluarkan semoga akan terbalas nanti nya. Malaikat tak bersayap raga ini sangat rindu akan pelukanya dan kehangatan nasihat-nasihat yang sering mereka lontarkan kepada gadis kecil yang beranjak untuk menuju dewasa ini. Apalah daya jika rindu hanya sebatas rindu.

0 komentar:

Posting Komentar